Pajak, Instrumen Penting dalam Hubungan Bisnis Pemerintah dan Swasta
Pajak adalah salah satu instrument yang bisa menjadikan pengikat antara pemerintah dan swasta. Hal itu di karenakan yang namanya pajak itu akan selalu ada atau menyatu dengan bisnis. Apapun bisnis yang kalian jalankan sudah pasti akan terkait dengan yang namanya pajak, sehingga bisa dikatakan pajak adalah salah satu instrument yang akan membuat pelaku bisnis terkait dengan pemerintah.
Sebenarnya ketika kita bicara soal pajak, ada beberapa hal yang memang secara bisnis menjadi satu kata kunci yang penting yang terkait dengan namanya pajak. Sehingga bisa dikatakan implementasi pajak sudah seharusnya perlu mendapatkan masukan dari pihak pihak yang berhubungan baik langsung ataupun tidak langsung dengan namanya pelaku bisnis. Ambil contoh misalnya dalam pengenaan pajak PPN, pajak BPHTB, pajak penghasilan PPH Pasal 21 dan lainnya.
Kesemua jenis pajak yang di jelaskan diatas sudah pasti akan menjadi satu hal yang penting bagi pelaku bisnis untuk membuat bahwa pajak adalah instrument penting bagi negara dan pelaku bisnis swasta. Meskipun pada akhirnya kita semua tahu bahwa yang namanya instrument finansial bukan pajak yang menjadi utamanya. Tetapi pajak adalah salah satu instrument fiscal yang akan membuat pemerintah mampu menjalankan roda pemerintahan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
7 Contoh Kebijakan Pemerintah Yang Berhubungan dengan Kebijakan Fiskal
Setidaknya di Indonesia pajak bukan satu satunya instrument finansial, tetapi pajak bisa menjadi salah satu instrumen yang penting dalam menjaga dan mempertahankan finansial agar bisa menjadi stabil dan kondusif. Ambil contoh misalnya, pada saat pemerintah menetapkan PPN 12% seperti yang akan di tetapkan pada Januari 2025. Mungkin tidak sedikit dari pelaku bisnis yang marah dan kecewa mengingat kondisi saat ini belum baik baik saja. Tetapi ketika pelaku bisnis tahu bahwa pemerintah mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil dan itu salah satunya karena peran pajak sebagai penopang pendapatan pemerintah maka pelaku bisnis akan Bahagia karena dengan stabilnya perekonomian maka kondisi bisnispun akan turut menjadi baik.
Nah untuk bisa melihat instrumen apa saja yang termasuk dalam instrumen financial maka akan kita coba jelaskan dari beberapa hal berikut ini :
- Pengeluaran APBN.
Ini menjadi salah satu instrumen financial karena dengan adanya pos ini maka kita tahu apa saja anggaran yang ada dalam pemerintahan dan besarnya. Dengan begitu kita akan tahu ke arah mana prioritas APBN kita pada tahun tertentu.
- Defisit APBN
Kondisi ini bisa di lakukan oleh pemerintah yaitu melakukan pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Tetapi ini harus dengan perhitungan yang matang, jangan sampai kebijakan ini di ambil bukan dalam rangka menstabilkan kondisi perekonomian negara.
- Utang Pemerintah
Pemerintah sejatinya bisa melakukan kebijakan dengan melakukan pinjaman kepada pihak luar, atau bisa juga dengan membuat instrument hutang masyarakat dengan adanya obligasi pemerintah. Ini di lakukan karena untuk membuat kondisi ekonomi negara tetap stabil dan terkendali dengan baik.
- Subsidi Subsidi Pemerintah
Subsidi memang harus di lakukan pemerintah, karena tanpa adanya subsidi kondisi perekonomian negara bisa jadi kurang stabil. Dan ingat subsidi bisa di berikan langsung kepada pelaku bisnis atau kepada masyarakat. Tinggal di lihat apa subsidinya dan bagaimana dampaknya bagi perekonomian.
- Bansos
Ini adalah salah satu instrumen fiscal juga karena dengan adanya bansos akan bisa menggerakan perekonomian masyarakat. Sekalipun bentuknya kecil tetapi akan di berikan dalam jumlah yang cukup banyak kepada masyarakat sehingga bisa berdampak untuk menggulirkan perekonomian yang sedang kurang bergairah.
- Pajak
Nah yang terakhir inilah yang paling menarik, karena jika instrument yang telah di jelaskan diatas sudah pasti akan berdampak positif. Tetapi untuk instrument yang satu ini bisa memiliki dua dampak, yaitu positif dan negative sekaligus. Sehingga untuk instrument yang satu ini harus benar benar di perhatikan untung ruginya sebelum di terapkan dalam masyarakat.
Lantas jika kondisinya bahwa pajak bisa memberikan dua dampak sekaligus, kenapa bisa di katakan bahwa pajak adalah instrument yang bisa menyatukan antara pemerintah dan swasta. Hal ini bisa di jelaskan dengan satu hal bahwa sebenarnya pengenaan pajak itu tidak langsung akan di nikmati oleh pemerintah. Karena terkadang pajak itu ada yang langsung di terima atau di berikan langsung oleh pemerintah untuk pelaku bisnis baru setelah itu pemerintah yang akan mendapatkannya. Seperti misalnya PPN itu yang akan terkena dampak pertama kali adalah konsumen, tetapi yang menerima manfaat juga konsumen ( tetapi dalam hal ini konsumen yang merupakan produsen atau penghasil produk atau pemberi service atau jasa kepada konsumen akhir).
6 Fungsi Pajak dalam Perekonomian Indonesia
Berdasarkan penjelasan yang telah di jelaskan di atas itulah, pada akhirnya kita akan bisa mengatakan bahwa pajak itu adalah instrument yang paling banyak memiliki fungsi dan manfaat. Dimana beberapa manfaat atau fungsi yang bisa di berikan oleh pajak juga beragam seperti misalnya 6 hal berikut ini :
- Pajak sebagai Pendanaan Layanan Publik
Dalam hal ini pajak di butuhkan untuk membantu pemerintah dalam memberikan layanan kepada public yang juga di butuhkan oleh masyarakat banyak. Sehingga beberapa layanan public seperti Kesehatan, infrastruktur, Pendidikan, layanan sosial bisa di berikan dengan baik.
- Pajak sebagai Regulasi Perekonomian
Karena pajak bisa menjadi penyeimbang agar kondisi perekonomian yang ada di masyarakat bisa stabil. Itulah sebabnya, ada muncul pajak atas barang mewah atau mahal terhadap minuman keras yang cukup tinggi.
- Pajak sebagai Sarana untuk Distribusi Kekayaan
Dengan adanya kalian dengar pajak progresif itu adalah sebagai salah satu cara agar masyarakat bisa membatasi diri dalam kepemilikan satu barang mewah. Karena dengan adanya pajak progresif untuk kendaraan misalnya maka orang akan berfikir 2x untuk membeli kendaraan kedua karena pajaknya lebih mahal.
- Pajak sebagai Trigger untuk Meningkatkan Investasi
Misalnya adanya pajak yang ringan atau pajak nol persen untuk investasi tertentu itu akan membuat bidang tersebut menjadi banyak diminati oleh investor dan dampaknya bidang tersebut menjadi salah satu bidang yang banyak di minati oleh investor.
- Pajak sebagai Stimulasi Perekonomian Negara
Hal ini bisa di terapkan misalnya dalam kondisi negara yang sulit perekonomian maka bisa saja negara menurunkan atau membuat kebijakan untuk menuurunkan pajak misalnya PPN yang awalnya 10 persen menjadi 5 persen. Atau sebaliknya karena kondisi ekonomi yang cukup mapan maka pemerintah perlu menaikan PPN agar bisa memberikan manfaat secara maksimal dengan pendapatan dari PPN tersebut.
- Pajak sebagai Sumber Pendapatan Pemerintah
Pembangunan membutuhkan dana yang tidak sedikit dan APBN perlu anggaran yang tidak kecil, salah satu cara untuk bisa mengakomodir semua itu adalah dengan menggunakan pendapatan yang berasal dari sumber perpajakan.