Untung Rugi Pajak Progresif Bagi Pelaku Bisnis di Indonesia
Pajak adalah sebuah instrument yang diberlakukan dengan cara yang adil. Konteks rasa keadilan itu sebenarnya bisa terlihat dari salah satu jenis pajak yang diterapkan di Indonesia. Pajak Progresif itulah salah satu jenis pajak yang bisa dikatakan pajak yang bersifat adil.
Memang ketika kita bicara soal adil dan keadilan, sudah pasti cara pandangnya berbeda antara satu orang dengan lainnya. Tetapi ketika kita bicara soal pajak sudah pasti tujuannya adalah untuk membuat rasa keadilan yang ada di dalam masyarakat. Itulah sebabnya, pajak hingga saat ini masih menjadi salah satu instrumen yang diberlakukan oleh pemerintah untuk mendukung program penyamaraaan keadilan di dalam masyarakat.
Sebelum kita membahas soal apa itu pajak progresif dan kaitannya dengan bisnis yang ada di Indonesia. Maka ada baiknya kita mencoba melihat ap aitu sebenarnya pajak progresif dengan memperhatikan beberapa contoh implementasi dari pajak progresif. Karena dari beberapa contoh pada akhirnya kita bisa tahu bagaimana penerapan dari pajak progresif di Indonesia.
Contoh-contoh pajak progresif memang cukup beragam, tetapi ada beberapa contoh yang mudah untuk kita ambil jadi contoh seperti misalnya : Pajak progresif biasanya diterapkan pada Bea masuk Barang Tertentu atau barang yang di masukan dalam jumlah yang besar, kemudian ada lagi pengenaan pajak untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) hingga pajak yang di kenakan untuk Pajak Bunga Obligasi.
Apa Itu Pajak Progresif dan Kaitannya Dengan Pengaruh Bisnis di Indonesia
Secara umum bisa dikatakan bahwa yang namanya pajak progresif adalah sebuah ketentuan pajak yang bersifat progress atau meningkat. Di mana kondisinya adalah ketika seseorang memiliki pendapatan kecil maka pajaknya akan kecil, tetapi sebaliknya jika seseorang memiliki pendapatan yang besar maka sudah pasti pajak yang akan dikenakan akan besar. Ini bersifat adil, karena seseoranng akan tahu kewajiban pajaknya sesuai dengan kondisi keuangannya.
Pajak model seperti ini tidak saja di terapkan di Indonesia, tetapi di negara lain seperti Amerika misalnya sudah di tentukan. Ada misalnya 7 ketentuan golongan pajak progresif yang ditetapkan di negara Amerika yaitu pajak dengan prosentase angka yang berbeda-beda. Dari mulai angka di besaran tarif 10% kemudian meningkat secara bertahap menjadi 12%, 22%, 24%, 32% hingga mencapai 35% dan 37%. Memang terlihat tidak adil, karena membuat pelaku bisnis atau orang tidak boleh menjadi kaya. Tetapi ketika di lihat dari sisi positifnya ini akan bisa menjadi satu mekanisme subsidi silang antara rakyat yang berpenghasilan rendah dan tinggi.
Bagi kalian yang masih belum paham dengan model pemberian pajak progresif. Mungkin bisa dijelaskan dengan memperhatikan beberapa kondisi berikut ini ; (1) Pajak progresif akan mengenakan pajak pendapatan orang berdasarkan tingkat penghasilannya, semakin besar penghasilan maka tarif pajaknya semakin tinggi (2) Pajak progresif tetap di terapkan pada semua jenis industri, karena yang di lihat adalah tingkat pendapatannya bukan jenis industri dari si penerima penghasilan tersebut (3) Namun satu hal yang perlu di ingat, pajak ini mengikuti kondisi dari pendapatan sang wajib pajak.
Ketika memang penghasilan dalam satu periode pajak tinggi maka dirinya akan terkena tarif pajak yang tinggi. Tetapi ketika dalam satu periode dirinya mengalami penurunan pendapatan maka tarif yang dikenakan pun akan turun sesuai dengan standar tarif yang di kenakan berdasarkan tarif yang telah di tentukan.
Inilah ketentuan yang membuat tarif pajak progresif tidak bisa di buat fix satu angka. Tetapi kesemuanya berdasarkan kondisi yang ada dalam satu periode waktu pajak yang bersangkutan. Sehingga pengenaanya bersifat adil untuk para wajib pajak yang bersangkutan.
4 Hal Yang Perlu di Pahami Terkait Pengenaan Pajak Progresif Bagi Pelaku Bisnis
Ada minimal 4 hal yang perlu kalian pahami ketika kalian berbicara soal pengenaan pajak progresif. Minimal dengan kalian pahami ke-4 hal berikut ini kalian akan tahu bagaimana sebenarnya pengenaan pajak progresif dan kaitannya dengan dunia bisnis. Sehingga kita tidak salah dalam menerapkan dan menjelaskan kepada siapapun terkait implementasi dari sebuah model pajak progresif.
- Bagaimana cara kita memahami penerapan pajak progresif yang benar
Memang jika di lihat dari pengenaanya, maka wajib pajak yang memiliki pendapatan kecil akan di berikan tarif pajak yang kecil. Sehingga keuntungan bagi mereka yang memiliki pendapatan kecil mereka akan lebih banyak membelanjakan uangnya untuk konsumtif. Sehingga jelas dengan kondisi ini akan bisa meningkatkan performance dirinya dalam mengeluarkan uangnya untuk berbelanja lebih besar karena pajak yang di kenakan mereka hanya kecil tarifnya.
- Melihat kondisi secara proporsi dari keuntungan yang kemudian akan menjadi acuan dalam pengenaan pajak progresif sesuai ketentuan yang ada.
Inilah salah satu cara pemerintah bagaimana untuk membuat terjadinya subsidi silang di kalangan wajib pajak. Artinya mereka yang memiliki pendapatan besar akan di kenakan tarif yang besar itu akan bisa mensubsidi rakyat yang mungkin karena ketidakmampuannya mereka tidak di wajibkan bayar pajak karena pendapatannya ternyata berdasarkan kondisi yang ada pada saat itu belum memenuhi batas minimal penghasilan yang dikenakan pajak. Ini jelas menguntungkan bagi mereka yang memiliki pendapatan rendah, tetapi bagi pemerintah jelas ini menguntungkan karena artinya semua rakyat menjadi membayar pajak hanya teknisnya melalui wajib pajak lain
- Pajak progresif pada akhirnya akan membuat pemerintah menjadi di untungkan
Karena dengan model pajak seperti ini tidak aka nada wajib pajak yang tidak membayar pajak. Karena mekanismenya adalah mereka yang penghasilannya kecil akan di bantu dengan mereka yang berpenghasilan besar melalui perbedaan tarif pajak yang dikenakannya.
- Pasti ada kerugian jika di lihat dari wajib pajak yang punya pendapatan lebih
Artinya mereka yang memiliki pendapatan lebih besar merasa di rugikan, karena yang seharusnya tarif pajak penghasilannya sama dengan wajib pajak lain tetapi ini berbeda. Sehingga ada kesan bahwa pajak progresif bersifat tidak adil karena membuat orang tidak akan bisa atau boleh memiliki pendapatan yang besar.
2 Hal Perbedaan Pajak Progresif dengan Pajak Regresif dan Pajak Tetap
Selalu ada perbedaan yang bisa menjelaskan dari satu kondisi tentang pengenaan pajak yang terjadi di suatu negara. Ambil contoh perbedaan antara pajak progresif dan pajak regresif perbedaan dari kedua jenis pajak ini untuk pajak progresif jelas tarif akan menyesuaikan dengan pendapatan sedangkan kalau pajak regresif maka betatapun besarnya pendapatan yang di terima wajib pajak maka tarif pajak penghasilannya adalah tetap sama nilainya dalam satu angka prosentase yang sama.
Untuk perbedaan dari pajak progresif sendiri dibandingkan dengan pajak tetap, jelas ada juga perbedaanya yaitu jika pajak progresif tarifnya berbeda berdasarkan besaran pendapat yang diterima oleh wajib pajak. Maka untuk tarif pajak tetap adalah pemerintah akan mengenakan tarif pajak yang sama untuk semua wajib pajak yang sudah di tetapkan sebagai wajib pajak. Di sini tidak ada perbedaan walau wajib pajak pendapatannya besar atau kecil selama dirinya sudah masuk menjadi wajib pajak maka dirinya sudah di tetapkan sebagai wajib pajak dengan prosentase tarifnya yang sama.