Strategi Membuat Laporan Keuangan Bagi Pebisnis UKM Secara Sederhana

Strategi Membuat Laporan Keuangan Bagi Pebisnis UKM Secara Sederhana

  • Ida
  • 24 Aug 2025

Laporan keuangan menjadi salah satu komponen penting bagi para pelaku bisnis.  Tidak saja mereka yang berbisnis dengan menggunakan konsep perusahaan ataupun UKM. Kesemuanya secara jelas memberikan satu gambaran bahwa mereka adalah pelaku bisnis yang harus memberikan satu ketentuan bahwa laporan keuangan itu adalah sebuah kewajiban. 

Kenapa laporan keuangan menjadi satu hal yang harus atau wajib, karena beberapa hal yang menjadikan laporan keuangan itu wajib adalah karena untuk bisa di katakan professional maka laporan keuangan adalah salah satu komponen yang harus ada. Sehingga ketika pelaku bisnis sudah memiliki laporan keuangan, maka sudah bisa di pastikan bahwa yang bersangkutan sudah bisa di katakan sebagai salah satu pelaku bisnis yang professional. 

6 Cara Terbaik dalam Merencanakan Satu Laporan Keuangan Bagi UKM

Sebenarnya banyak cara bisa di lakukan untuk kita sebagai pelaku bisnis UKM dalam merencanakan satu laporan keuangan yang benar.  Di mana dalam kondisi tertentu sekalipun kita sebagai pelaku bisnis UKM bisa melakukannya sesuai dengan kondisi bisnis yang kalian jalankan. Sehingga bisa dikatakan sebuah laporan keuangan sederhana bisa juga dipersiapkan oleh pelaku bisnis UKM dengan baik. 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat sebuah laporan keuangan secara sederhana untuk para pelaku bisnis UKM di Indonesia.  Beberapa cara berikut ini bisa menjadi satu acuan kalian yang saat ini masih menjadi pelaku bisnis UKM yang sedang mengembangkan bisnisnya : 

  1. Hal pertama adalah membuat catatan pengeluaran 

Maksudnya adalah pelaku bisnis harus bisa membuat sebuah catatan yang berkaitan dengan pengeluaran biaya yang di lakukan untuk keperluan bisnis. Sehingga semua pengeluaran tercatat dalam buku catatan keuangan perusahaan / pelaku bisnis UKM.

  1. Hal kedua adalah membuat catatan pemasukan

Maksudnya adalah dengan membuat buku catatan pemasukan, maka pelaku bisnis atau UKM akan bisa menjelaskan seberapa besar pemasukan yang di dapatkan oleh perusahaan atau pelaku bisnis UKM. 

  1. Hal ketiga adalah membuat buku catatan kas kecil

Maksudnya adalah  perusahaan atau pelaku bisnis harus membuat sebuah catatan yang akan digunakan untuk mengontrol uang kas kecil yang ada di dalam perusahaan atau bisnis UKM.

  1. Hal keempat adalah membuat buku stok barang jadi

Maksudnya adalah perusahaan atau pelaku bisnis UKM harus bisa membuat sebuah stok barang yang bisa di jadikan catatan kepemilikan barang dari apa yang di produksi oleh perusahaan. Sehingga perusahaan atau pelaku bisnis tahu seperti apa kondisi persediaan barang bisnisnya.  

  1. Hal kelima adalah catatan investaris barang

Maksudnya adalah pelaku bisnis UKM harus tahu seperti apa barang investaris yang di miliki oleh perusahaan atau pelaku bisnis UKM. Sehingga ketika suwaktu waktu di butuhkan bisa dengan mudah di gunakan. 

  1. Hal keenam  adalah pembuatan buku laporan laba dan rugi

Maksudnya perusahaan atau pelaku bisnis UKM harus mampu menghitung keuntungan atau justru kerugian yang di timbulkan dari aktivitas yang di lakukan oleh perusahaan sehingga semua hal tercatat dan perusahaan atau pelaku bisnis UKM menjadi jelas seperti apa kinerja bisnisnya dalam satu periode waktu perhitungan laporan keungan yang ada di Indonesia.  

Itulah ke-6 hal yang selalu bisa menjadi salah satu keunggulan yang bisa di lakukan oleh pelaku bisnis UKM yang ingin menjalankan bisnisnya secara benar. Karena dengan adanya laporan keuangan yang benar maka banyak keuntungan yang akan bisa di dapatkan oleh pelaku bisnis UKM tersebut. 

Mungkin kalian yang saat ini masih belum tahu kaitan ke-6 hal yang telah di jelaskan diatas dengan konsep pengelolaan bisnis yang ada di pelaku bisnis UKM di Indonesia. Maksudnya adalah dengan kalian memiliki laporan keuangan walaupun hanya sedikit dan kurang sempurna maka yang bersangkutan benar-benar memberikan  kemudahan bagi siapapun yang akan berkolaborasi dengan pelaku bisnis yang bersangkutan maka dirinya tidak was was karena semua kinerja bisnisnya sudah tercantuk dalam laporan keuangan. 

6 Hal Penting Mengenai Teknik Pembuatan Laporan Keuangan UKM 

Untuk menjelaskan kembali ke-6 hal sesuai dengan contoh yang tersedia, maka kita bisa membagi ke-6 hal tersebut berdasarkan contoh yang ada seperti misalnya : 

  1. Pembuatan catatan pengeluaran dan fungsinya

Catatan pengeluaran keuangan menjadi satu hal yang perlu di perhatikan, karena jika pengeluaran seperti : pembelian bahan baku, pembelian bahan pendukung atau pembelian bahan bakar untuk produksi misalnya tidak di control dengan baik maka  yang terjadi akan menimbulkan pemborosan. 

  1. Pembuatan catatan pemasukan dan fungsinya

Ini menjadi penting karena catatan pemasukan akan bisa menjelaskan dari mana saja sebenarnya sumber penghasilan dari perusahaan. Jika hal itu bisa di kembangkan maka contoh pemasukan seperti : penjualan barang jadi, barter produk dengan produk lainnya dalam kaitan kolaborasi program pemasaran hingga pemasukan  yang berasal dari program promosi bisa di tingkatkan dengan misalnya pembuatan pameran untuk meningkatkan penjualan maka itu akan menjadi sumber pendapatan lainnya. 

  1. Pembuatan catatan buku kas kecil dan fungsinya 

Ini juga sangat penting bagi pelaku bisnis UKM, karena dengan adanya catatan kas kecil seperti misalnya: pembelian ATK untuk adminitrasi kantor, pembelian printer untuk adminitrasi kantor hingga pengeluaran uang kas kecil untuk jasa perbaikan AC kantor misalnya itu bisa di minimalkan maka pengeluaran kas kecil bisa di hemat. 

  1. Pembuatan catatan buku stok barang persediaan 

Yang satu ini perlu memang di buatkan catatan, karena jika kondisi ini bisa di kelola dengan baik, maka catatan stok barang seperti : stok barang dari hasil produksi bulan Mei 100 buah,  produksi barang di bulan Juli 250 buah dan pengeluaran barang untuk penjualan sebanyak 150 buah maka sisa barang menjadi 200 buah. 

  1. Pembuatan catatan untuk buku catatan inventaris kantor 

Untuk hal yang satu ini sebenarnya menjadi perlu karena dapat menghitung asset yang di miliki  oleh perusahaan. Seperti misalnya catatan soal barang-barang keperluan adminitrasi kantor,  barang barang produksi hingga meubelar kantor adalah salah satu contoh catatan asset perusahaan. 

  1. Pembuatan catatan yang terkait dengan laporan laba dan rugi. 

Dengan adanya laporan laba dan rugi yang contohnya adalah laba perusahaan sebesar Rp100 juta dengan catatan ruginya hanya Rp50 juta. Maka perusahaan sudah pasti akan bisa menentukan bahwa di tahun periode akuntansi 2025 misalnya maka perusahaan mendapatkan keuntungan sebesar Rp50 juta. 

Contact Sales