Laporan Keuangan Sesuai Standar untuk Menghindari Masalah Pajak

Laporan Keuangan Sesuai Standar untuk Menghindari Masalah Pajak

Keberadaan pelaku bisnis di Indonesia, memang saat ini terbagi menjadi dua bagian yaitu PKP dan Non PKP.  Dimana  bagi pelaku bisnis yang Non PKP biasanya masih belum terlalu fokus dalam penyusunan laporan keuangan. Meskipun ada juga pelaku bisnis Non PKP yang sudah sadar bahwa laporan keuangan adalah satu  hal yang penting demi menunjang keberhasilan bisnis perusahaan.

Sehingga sekalipun belum menjadi kewajiban untuk selalu update masalah laporan keuangan, tetapi mereka sudah mulai memahami  untuk membuat dan mengupdate laporan keuangan secara berkala. Itulah sebabnya, banyak pula pelaku bisnis UKM mulai concern dalam penyusunan laporan keuangan secara periodic.

Namun sebelum masuk ke Langkah Langkah penting dalam melakukan penyusunan  laporan keuangan yang bertujuan untuk pelaporan pajak perusahaan. Ada baiknya kita semua mencoba memahami dahulu esensi dari laporan keuangan  yang bersifat umum. Karena seperti kita ketahui bahwa laporan keuangan itu didalamnya sudah pasti ada laporan pajak yang didasarkan pada standar akuntansi yang benar. Sehingga ketika pelaku bisnis sudah terbiasa Menyusun laporan keuangan maka sudah tahu apa saja komponen yang ada dalam laporan pajak perusahaan. Dengan begitu mereka sudah pasti paham apa itu pajak, ap aitu standar akuntansi.

7 Langkah Dalam Membuat Laporan Keuangan Untuk Kepentingan Pajak

Sebelum kita mulai untuk melihat bagaimana cara membuat laporan keuangan yang berorientasi pajak, minimal ada dua hal dahulu yang perlu di pahami yaitu : memahami dahulu pentingnya laporan keuangan yang berkaitan dengan  pelaporan pajak dan memahami hubungan yang baik antara akuntansi dan perpajakan.

  1. Langkah pertama adalah mengumpulkan bukti bukti transaksi bisnis

Bukti bukti ini menjadi penting untuk di kumpulkan, karena bukti dalam sebuah laporan keuangan adalah penting agar pada saat pelaporan pajak bukti ini bisa di sertakan secara  langsung. Ketika ada transaksi yang tidak cukup buktinya maka itu akan menjadi penghambat pada saat pelaporan pajaknya, sehingga bagi pengelola bisnis perlu memahami tentang pentingnya bukti transaksi.

  1. Langkah kedua adalah membuat catatan transaksi berdasrkan PSAK

Langkah ini juga menjadi penting bagi pelaku bisnis, karena semua laporan keuangan itu harus di susun berdasarkan standar akuntansi yang sudah ditetapkan. Sehingga ketika laporan keuanganya sudah berdasarkan standar yang jelas maka sudah pasti laporan pajaknya juga harus di dasarkan pada standar yang jelas seperti standar PSAK.

  1. Langkah ketiga adalah Menyusun jurnal dalam format jurnal umum dan buku besar

Pentingnya di buat dua laporan ini untuk mempermudah cross cek dari laporan yang ada. Sehingga ketika perusahaan sudah memiliki kedua laporan ini maka ketika melakukan  pelaporan pajak kedua jurnal ini akan sangat membantu untuk kelancaran laporan.

  1. Langkah keempat adalah membuat laporan keuangan yang bersifat standar bisnis

Yang dimaksud laporan yang berstandar bisnis adalah laporan keuangan yang didalamnya terdiri dari komponen seperti misalnya : laporan neraca keuangan, laporan laba dan rugi bisnis, laporan arus kas perusahaan, hingga laporan perubahan modal dan catatan yang terjadi dalam setiap laporan keuangan.

  1. Langkah kelima adalah membuat satu catatan yang termasuk dalam rekonsiliasi fiscal

Kegiatan ini juga satu hal yang penting bagi perusahaan, karena catatan atau rekonsiliasi fiscal itu akan bisa mempengaruhi laporan pajak perusahaan jika rekonsiliasi yang ada ternyata kurang terupdate datanya.

  1. Langkah keenam adalah mencoba melampirkan catatan dari laporan keuangannya

Pentingnya catatan laporan keuangan di sertakan itu bisa menjadi satu bukti yang memperkuat sebuah transaksi. Sehingga apa yang ada dalam catatan itu bisa menjadi satu kondisi yang membuat sebuah laporan menjadi seperti kondisi apa adanya.

  1. Langkah ketujuh adalah mencoba untuk berkonsultasi dengan petugas pajak

Memang tidak harus dengan petugas pajak, tetapi minimal dengan  orang atau konsultan yang paham  soal pajak. Sehingga apa yang kalian tanyakan mendapatkan jawaban yang benar sesuai ketentuan.

Setelah kalian pahami dengan benar step by step dalam penyusunan laporan keuangan yang diperuntukan untuk pembayaran pajak. Maka selanjutnya yang harus kalian pahami adalah bagaiman membuat sebuah laporan itu tidak memiliki kesalahan  atau minimal kesalahan.  Oleh karena itu ada baiknya kalian juga pahami beberapa hal  yang terkait dengan penyusunan dan kesalahan yang sering terjadi dalam penyusunan laporan yang terkait dengan pajak.

Ingat bagi kalian yang saat ini sudah menjadi perusahaan PKP, ketika kalian salah dalam membuat laporan pajak maka dampaknya akan Panjang. Oleh karena itu sebaiknya di hindari kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan pajak.

4 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam Penyusuan Laporan  Keuangan Pajak

Berdasarkan beberapa data dan informasi yang bisa kami sampaikan agar bisa di pahami oleh para pebisnis PKP. Maka selain mereka harus paham tentang isi dari laporan  yang termasuk didalamnya ada laporan pajak, laporan yang dibuat harus berstandar sesuai ketentuan. Juga beberapa hal yang sering terjadi yaitu kesalahan dalam penyusunan laporan seperti :

  1. Biasanya pelaku bisnis tidak melakukan pencatatan  untuk sebuah transaksi kecil yang dianggap remeh atau sederhana bagi pelaku bisnis.
  2. Biasanya pelaku bisnis menggabungkan dua pengeluaran yang seharusnya di pisah yaitu pengeluran yang berasal dari personal dan pengeluaran bisnis atau dari perusahaan. Hal ini sering terjadi jika perusahaanya masih dalam taraf level starup dan  UMKM.
  3. Biasanya pelaku bisnis tidak menyertakan kegiatan  untuk penyesuaian fiscal pada saat laporan tutup buku periode akuntansi. Padahal ini penting dalam proses pelaporan pajak setiap tahunnya.
  4. Biasanya pelaku bisnis sering mengabaikan dokumen pajak seperti e-faktur atau e-bupot yang justru itu bisa menjadi laporan penguat pada saat pelaporan pajak perusahaan.

Jika semua hal telah kalian ketahui, maka pilihannya bagi perusahaan PKP hanya dua, di lakukan sendiri oleh PIC yang paham soal laporan keuangan dan laporan pajak atau justru menggunakan jasa akuntansi professional. Jika pilihannya adalah menggunakan jasa akuntansi professional maka pastikan terlebih dahulu perusahaan jasa akuntansi seperti apa yang akan dipilih. Karena satu hal yang harus kalian ingat, bahwa tidak semua perusahaan jasa akuntansi memiliki tingkat kemampuan dan kompetensi yang sama. Agar kalian tidak salah dalam memilih perusahaan jasa akuntansi lebih baik perhatikan hal hal yang terdapat pada perusahaan tersebut termasuk misalnya lihat reputasi dan pengurus perusahaanya karena dari sana kalian akan tahu kualitas dari perusahaan jasa akuntansi tersebut.

 

Contact Sales