Standar Akuntansi SAK EMKM vs SAK Umum: Apa Bedanya untuk Bisnis Kecil?

Standar Akuntansi SAK EMKM vs SAK Umum: Apa Bedanya untuk Bisnis Kecil?

Dalam bisnis, baik skala kecil maupun besar, pembukuan menjadi aktivitas yang tidak boleh diabaikan atau dianggap remeh. Masalahnya, tidak sedikit pelaku usaha yang masih bingung dalam menerapkan standar akuntansi yang harus dipakai untuk pembukuan. 

Di Indonesia, terdapat lebih dari satu standar akuntansi yang berlaku, yaitu Standar Akuntansi (SAK) EMKM dan Umum. Memilih standar yang tepat bukan hanya soal kepatuhan, tapi juga soal efisiensi dan kemudahan operasional. 

Artikel ini akan menjelaskan secara mendetail terkait Standar Akuntansi EMKM dan Umum yang bisa menjadi panduan Anda dalam merapikan atau membuat pembukuan usaha. Simak sampai selesai, ya!

Apa Itu SAK EMKM dan SAK Umum?

SAK EMKM adalah singkatan dari Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah. Standar ini diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas bisnis yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal.

Sementara itu, Standar Akuntansi (SAK) Umum digunakan oleh perusahaan dengan akuntabilitas publik (seperti perusahaan terbuka/Tbk) dan entitas dengan cakupan yang lebih besar. Standar ini berkiblat pada International Financial Reporting Standards atau standar internasional (IFRS).

SAK EMKM jauh lebih sederhana dibandingkan dengan SAK Umum. Tujuannya jelas: memungkinkan UMKM memiliki laporan keuangan yang layak dan rapi tanpa harus menguasai standar akuntansi yang kompleks dan tebal.

Perbedaan Utama SAK EMKM dan SAK Umum

Agar lebih memahami dengan tepat, berikut ini beberapa aspek perbedaan antara SAK EMKM dengan SAK Umum: 

1. Dari sisi komponen laporan keuangan

Laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM hanya terdiri dari tiga komponen wajib:

  • Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
  • Laporan Laba Rugi
  • Catatan Atas Laporan Keuangan. 

Jadi, tidak ada kewajiban menyusun Laporan Arus Kas atau Laporan Perubahan Ekuitas yang lengkap untuk SAK EMKM. Sebaliknya, SAK Umum (PSAK) mensyaratkan laporan keuangan yang lebih lengkap, termasuk: 

  • Laporan Arus Kas
  • Laporan Perubahan Ekuitas
  • Pengungkapan yang jauh lebih detail.

2. Dari sisi pengakuan dan pengukuran

Perbedaan SAk EMKM dan Umum berikutnya bisa Anda perhatikan dari sisi pengakuan dan pengukurannya. SAK EMKM menggunakan konsep yang disederhanakan. 

Sebagai contoh, aset tetap cukup dicatat berdasarkan biaya historis tanpa kewajiban melakukan uji penurunan nilai (impairment) yang kompleks. Di sisi lain, SAK Umum mengharuskan pengukuran yang lebih canggih, termasuk: 

  • Nilai wajar
  • Uji impairment aset 
  • Berbagai penyesuaian yang membutuhkan keahlian teknis lebih tinggi.

3. Dari sisi siapa yang boleh menggunakannya

Standar Akuntansi EMKM diperuntukkan bagi entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan. Ini artinya bukan perusahaan terbuka (Tbk), bukan lembaga keuangan, dan bukan perusahaan yang diwajibkan OJK untuk menggunakan standar tertentu.

Sementara itu, Standar Akuntansi Umum (PSAK) berlaku untuk entitas bisnis dengan akuntabilitas publik signifikan. Cakupannya termasuk perusahaan terbuka, bank, asuransi, dan bentuk bisnis lainnya yang menerbitkan surat utang yang diperdagangkan di pasar modal.

Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis Kecil?

Untuk sebagian besar UMKM dan perusahaan kecil yang baru berkembang, SAK EMKM adalah pilihan yang lebih praktis. Laporan keuangannya lebih mudah disusun, lebih hemat biaya, dan tetap diakui secara resmi oleh perbankan untuk keperluan pengajuan kredit. 

Namun, jika bisnis Anda berencana mencari pendanaan lain dari investor institusional, bermitra dengan perusahaan multinasional, atau bersiap untuk go public dalam beberapa tahun ke depan, memulai dengan kerangka SAK Umum sejak dini akan menghemat banyak pekerjaan konversi di kemudian hari.

Buat Keuangan Bisnis Lebih Mudah!

Memilih standar akuntansi yang tepat adalah keputusan strategis yang berdampak pada efisiensi operasional dan kredibilitas bisnis Anda di mata perbankan, investor, dan otoritas pajak. Apabila Anda mencari mitra yang profesional dan berpengalaman di bidang ini, FR Consultant Indonesia menjadi opsi tepat untuk dipertimbangkan. 

FR Consultant Indonesia memiliki pengalaman menangani pembukuan dan penyusunan laporan keuangan untuk perusahaan dari berbagai skala, mulai UMKM hingga perusahaan menengah. Layanan jasa pembukuan kami disesuaikan dengan standar akuntansi yang paling sesuai untuk bisnis Anda.

Kunjungi layanan pembukuan di website kami untuk informasi lebih lanjut, atau hubungi konsultan untuk konsultasi gratis kebutuhan bisnis Anda.

Contact Sales