Bingung Debit dan Kredit? Ini Trik Sederhana untuk Menentukan Posisinya

Bingung Debit dan Kredit? Ini Trik Sederhana untuk Menentukan Posisinya

  • Ida
  • 10 Sep 2025

Dalam dunia akuntansi, istilah debit dan kredit sering membuat bingung, terutama bagi pemula atau pelaku UMKM yang baru belajar pembukuan. Padahal, memahami posisi debit dan kredit sangat penting untuk menjaga laporan keuangan tetap rapi dan akurat.

Lalu, bagaimana cara mudah menentukan mana yang masuk debit dan mana yang kredit? Yuk, simak trik sederhananya!

📌 Apa Itu Debit dan Kredit?

  • Debit (Dr) biasanya berarti penambahan pada aset atau pengeluaran.

  • Kredit (Cr) biasanya berarti penambahan pada kewajiban, modal, atau pendapatan.

Ingat, debit dan kredit tidak selalu berarti uang masuk atau keluar, melainkan posisi pencatatan di laporan akuntansi.

📌 Trik Sederhana Menentukan Debit dan Kredit

  1. Ingat Rumus Akuntansi Dasar

    
     
     
    Aset = Liabilitas + Ekuitas
    • Jika aset bertambah, catat di debit.

    • Jika liabilitas atau ekuitas bertambah, catat di kredit.

  2. Gunakan Logika “Masuk dan Keluar”

    • Uang kas bertambah → Debit Kas.

    • Utang bertambah → Kredit Utang.

  3. Contoh Praktis

    • Membeli peralatan kantor tunai Rp5 juta:

      • Peralatan (Aset) → Debit Rp5 juta

      • Kas (Aset berkurang) → Kredit Rp5 juta

    • Menerima pembayaran dari pelanggan Rp2 juta:

      • Kas (Aset naik) → Debit Rp2 juta

      • Pendapatan (Ekuitas naik) → Kredit Rp2 juta

📌 Tips Agar Tidak Bingung Lagi

✅ Buat tabel sederhana posisi debit dan kredit untuk setiap jenis akun.
✅ Catat transaksi segera agar tidak tertukar.
✅ Gunakan software akuntansi jika merasa kesulitan manual.

🎯 Kesimpulan

Menentukan debit dan kredit memang terlihat rumit di awal, tapi dengan memahami prinsip dasar dan membiasakan diri mencatat transaksi, semuanya jadi lebih mudah. Ingat, debit dan kredit adalah alat bantu menjaga keseimbangan laporan keuangan, bukan hal yang menakutkan.

Dengan pembukuan yang benar, UMKM bisa lebih mudah melacak arus kas, mengatur bisnis, dan tentu saja—lebih siap menghadapi kewajiban pajak.

Contact Sales