Fenomena Kunjungan Paus Fransiskus dan Perspektif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Fenomena Kunjungan Paus Fransiskus dan Perspektif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Hari hari ini Indonesia sedang ramainya membahas kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia dalam lawatannya ke Asia  Tenggara.  Kunjungannya ke Indonesia memang telah di rencanakan akan menghabiskan waktu selama 3-6 September 2024. Lantas bagaimana kaitan kunjungan tersebut dengan pergerakan ekonomi yang ada di Indonesia.

Banyak hal menarik yang bisa di simak dari kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada saat sedang memanasnya kondisi politik yang ada di Indonesia.  Terlebih dalam beberapa waktu sebelumnya Indonesia sendiri sedang ramai di bicarakan masalah “moral” dari keluarga pejabat negara yang justru pada saat Indonesia sedang prihatin justru menggunakan pesawat jet pribadi untuk perjalanan ke luar negeri yaitu ke  Amerika. 

Apa yang menarik dengan melihat kedua contoh kasus berikut ini, keluarga pejabat justru menggunakan pesawat jet pribadi sedangkan Paus Fransiskus sendiri malah menggunakan Pesawat Komersial  ITA Airways untuk menuju ke Indonesia. Hal itu dilakukan Paus dalam kunjungan ke beberapa negara Asia Tenggara – Oseania termasuk Papua Nugini, Timor Leste dan  Singapura. 

Melihat fenomena  yang terjadi dimana Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia, sejatinya bukan semata kunjungan keagamaan  jika kita melihatnya dari pandangan global kita sebagai pelaku bisnis. Maksudnya adalah dengan kehadiran Paus ke Indonesia dalam kondisi Indonesia yang sedang “tidak baik-baik saja”. Istilahnya ada beberapa keuntungan yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah dan Pelaku Bisnis di Indonesia.

  1. Kehadiran Paus Fransiskus bisa menjadi satu branding bisnis yang bersifat global. Artinya kita bisa berbicara ke dunia luar bahwa Indonesia  negara yang aman dan damai serta pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik. Jadi sekalipun di dalam negerinya kondisinya “kurang baik” tetapi di luar Indonesia masih memiliki performance yang cukup baik salam satunya di tunjukan dengan masih tingginya ekspor Indonesia yang berada di angka US$22,21 miliar pada Juli 2024 atau naik sekitar 6,55% dibandingkan dengan kondisi pada bulan Juni 2024. 
  2. Dengan pengaruh besar yang di miliki Paus Fransiskus di dunia, maka dengan diadakannya acara Misa Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 5 September 2024.  Semakin memperkuat persepsi dunia bahwa Indonesia masih menjadi negara yang bisa diandalkan dalam menjaga rasa aman dan damai. 
  3. Kondisi Indonesia yang mayoritas beragama Muslim, tetapi mampu memberikan toleransi yang baik dengan kehadiran Paus  Fransiskus pada akhirnya turut memperkuat persepsi dunia terhadap Indonesia bahwa memang Indonesia adalah negara yang memberikan toleransi yang baik untuk semua agama. 

Berdasarkan  beberapa data diatas itulah, yang pada akhirnya ketika kondisi ini bisa dimaksimalkan oleh Pemerintah  baik pusat ataupun daerah bekerjasama dengan pelaku bisnis maka secara langsung akan bisa berdampak positif bagi perkembangan bisnis di Indonesia.

Tetapi jika kondisi ini tidak bisa di optimalkan oleh Pemerintah  dan pelaku bisnis maka yang terjadi adalah kehadiran Paus Fransiskus ini hanya sekedar seremonial pemuka agama hadir di Indonesia itu saja.  Oleh karena  itulah, semua pada akhirnya berpulang kepada pemerintah dan pelaku bisnis dalam melihat kondisi yang ada pada saat ini.  Apakah bisa memanfaatkan momentum dengan   kehadiran Paus atau hanya sekadar menghormati kehadirannya tanpa tahu bahwa ini akan bisa menjadi satu branding Indonesia di mata dunia. 

Sebenarnya apa yang di sampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait kehadiran Paus perlu di respon dengan positif. Statemen  yang mengatakan bahwa kehadiran Paus akan bisa membawa pesan tentang perdamaian dan kedamaian yang ada di Indonesia harus bisa di respon positif.  Ada beberapa cara yang bisa di lakukan  oleh pemerintah pusat dan daerah serta para pelaku bisnis agar momentum yang ada tidak hilang percuma..  Karena jika kita ingin jujur dengan kondisi yang terjadi beberapa hari mengenai banyaknya demo yang di lakukan  di Jakarta dan luar Jakarta cukup membuat imej negative terhadap Indonesia.  Tetapi dengan kedatangan Paus maka mengubah persepsi tersebut sehingga perlu di rancang satu followup program demi peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

  1. Pemerintah bersama pelaku bisnis mengeksplore secara luas kehadiran dan aktivitas yang di lakukan Paus selama di Indonesia. Ini akan bisa menjadi satu publikasi secara global mengingat keberadaan Paus yang memang seperti menjadi pemimpin untuk kalangan agama Kristen/ Katolik.
  2. Pemerintah bersama pelaku bisnis selain melakukan promosi atau liputan secara kontinyu, juga sekalian membuat statemen dengan materi yang disampaikan langsung oleh Paus dengan  Teknik dan mekanisme yang bisa disesuaikan. Dengan cara seperti itu maka dunia akan kembali melihat  Indonesia sebagai negara yang memiliki toleransi cukup tinggi untuk semua agama dan kepercayaan.

Ada beberapa hal menarik yang terkait dengan sosok Paus dengan konsep berfikir dirinya  terkait masalah ekonomi. Hal itu terjadi saat dirinya masih menjabat Uskup Agung.  Hingga beberapa kegiatan yang berlatar belakang ekonomi cukup menjadi perhatian dunia pada masanya. 

  1. Paus kala itu membuat satu gebrakan moral dalam tata kelola ekonomi baru, sehingga dirinya pada saat itu mengundang beberapa anak muda yang tersebar di beberapa negara dalam rencana pembuatan Gerakan tata kelola ekonomi baru di dunia. 
  2. Sehingga berdasarkan kegiatan itulah, dirinya semasa ada di Indonesia akan berusaha untuk membuka komunikasi bagi beberapa komunitas.  Seperti misalnya yang terjadi di Masjid Istiqlal  dirinya melakukan pertemuan dengan pemuka agama Islam di Masjid Istiqlal.  Di lanjutkan dengan pertemuan dengan Waligereja Indonesia  yang mengkoordinir para jemaat gereja yang ada di Indonesia.
  3. Puncaknya adalah kegiatan Misa Akbar yang di adakan pada hari ini tanggal 5 September 2024 di Gelora Bung Karno. Karena esok harinya tanggal 6 September 2024 dirinya akan bertolak dari Indonesia dan melanjutkan ke negara Papuas Nugini. 

Istilah katanya adalah dengan melihat sosok Paus  yang dekat dengan rasa keadilan maka sebaiknya memang pemerintah dan pelaku bisnis agar tidak kehilangan satu momentum maka ada baiknya segera membuat satu kegiatan yang pada akhirnya bisa menggabungkan apa yang telah di prakarsai oleh Paus Fransisku di negara dengan konsep bisnis dan pendekatan  yang berbeda-beda. 

Karena apapun kondisinya, ketika diri kita memang mampu untuk bisa melakukan perubahan maka lakukanlah .  Tetapi jika memang perubahan yang di lakukan oleh seseorang itu belum cukup maksimal maka jangan ragu, karena dari kondisi yang kecil jika terus di motivasi dan di jaga konsistensinya maka lama kelamaan akan menjadi besar. Kuncinya adalah manfaatkan momentum yang ada untuk melakukan Gerakan, sekalipun tidak langsung menghasilkan tetapi paling tidak sudah bisa di mulai dari hal yang kecil yang akan bisa menjadi besar pada waktunya.

 

Contact Sales