Pembukuan Sistem Akuntansi Yang Benar Sesuai Standar Akuntansi Indonesia
Pentingnya menjalankan sistem pembukuan akuntansi yang benar, memang bukan lagi sebuah keharusan tetapi sudah menjadi satu kebutuhan bagi pelaku bisnis. Bukan karena implementasi dari standar akuntansi harus berdasarkan standar akuntansi Indonesia yang benar, tetapi karena sebuah akuntansi perusahaan baik untuk UMKM ataupun perusahaan sudah harus di buat dan di kelola secara benar. Sehingga ketika ada kebutuhan yang terkait dengan laporan keuangan semua bisa di persiapkan dari laporan pembukuan akuntansi yang benar.
Kita semua tahu untuk melihat sebuah perusahaan baik dalam kelas UMKM hingga Corporate dikatakan professional dan kredible, salah satu tolak ukurnya adalah tersajinya pembukuan akuntansi yang di buat berdasarkan standar akuntansi yang benar. Hal itulah yang pada akhirnya perlu di ketahui oleh semua pelaku bisnis bahwa yang namanya laporan keuangan memang tidak bisa di buat asal dengan menyesuaikan kebutuhan bisnisnya. Tetapi kesemua itu harus mengacu pada standar akuntansi Indonesia yang saat ini berlaku.
3 Hal Yang Harus Menjadi Perhatian Bagi Pelaku Bisnis Terkait Laporan Keuangan Bisnis
Untuk menjelaskan berbagai hal yang terkait dengan pembukuan akuntansi, khususnya untuk perusahaan starup atau sedang berkembang. Minimal ada 3 hal yang perlu menjadi concern kalian dalam melihat sebuah laporan keuangan :
- 5 Jenis Standar Akuntansi Keuangan Yang Berlaku di Indonesia
Kalian bisa menentukan salah satu dari ke-5 jenis standar akuntansi keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang kalian inginkan. Namun sebelum menentukan jenis standar yang akan di pilih sebaiknya memanng pahami dahulu konsep bisnis yang kalian sedang jalankan. Jangan sampai standar akuntansi keuangan yang kalian pilih tidak sesuai dengan konsep bisnis yang sedang kalian jalankan.
- Standar Akuntansi yang termasuk dalam SAK ( PSAK) General/ Umum
- Standar Akuntansi yang termasuk dalam SAK ETAP
- Standar Akuntansi yang termasuk dalam SAK EP (standar Entitas Privat)
- Standar Akuntansi yang termasuk dalam SAS ( standar akuntansi Syariah )
- Standar Akuntansi yang termasuk dalam SAP ( standar akuntansi pemerintah)
- 5 Jenis Laporan Keuangan Akuntansi Yang Perlu di Pahami :
Sementara terkait dengan jenis laporannya, maka pelaku bisnis sebaiknya pahami dahulu ke-5 jenis laporan keuangan yang harus di buat untuk kelengkapan laporan pembukuan akuntansi yang baik sesuai bisnisnya.
- Laporan Akuntansi yang termasuk dalam Laporan Laba & Rugi
- Laporan Akuntansi yang termasuk dalam Laporan Arus Kas Bisnis
- Laporan Akuntansi yang termasuk dalam Laporan Perubahan Modal Usaha
- Laporan Akuntansi yang termasuk dalam Laporan Neraca perusahaan
- Laporan Akuntansi yang termasuk dalam Laporan Catatan Keuangan
- 4 Jenis Implementasi Dari Standar Akuntansi Keuangan
Untuk komponen yang terakhir ini, maka sebaiknya pelaku bisnis baik yang masih berbentuk starup UKM hingga perusahaan keluarga sekalipun sudah seharusnya paham kemana implementasi dari laporan keuangan tersebut :
- Implementasi untuk tujuan meningkatkan kredibilitas bisnis perusahaan
- Implementasi untuk memudahkan perusahaan dalam mendapatkan pendanaan
- Implementasi untuk mempermudah proses efisiensi internal perusahaan
- Implementasi untuk pembuatan standar keselarasan bisnis global
Kesemua hal yang telah dijelaskan diatas itu akan bisa terlaksana ketika pelaku bisnis baik dalam skala bisnis starup atau kelas UMKM ataupun yang sudah eksisting ( perusahaan yang berbentuk corporate tahu tentang pilar penting dalam standar akuntansi keuangan yang ada di Indonesia. Sehingga dengan pengetahuannya tersebut kalian para pelaku bisnis paham, seperti apa sebenarnya pilar tersebut menjadi satu acuan dalam menerapkan standar akuntansi keuangan dalam bisnisnya.
4 Pilar Yang Menjadi Acuan Dalam Pembuatan Laporan Keuangan Perusahaan
Perlunya memahani pilar penting dalam penerapan standar akuntansi keuangan sesuai dengan kobdisi bisnis dari masing – masing pelaku bisnis. Dampaknya adalah, bahwa dengan memahami dengan benar apa yang hendak di pilih sebagai acuan, maka akan semakin mudah pada saat pelaku bisnis tersebut menerapkannya di dalam bisnisnya.
- PSAK – IFRS ( Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Berbasi International Financial Report Standard)
Pemanfaatan standar ini terutama di gunakan oleh pelaku bisnis atau mereka yang masuk dalam katagori pelaku bisnis yang memiliki akuntabilitas public seperti misalnya perusahaan BUMN, Perbankan hingga Asuransi. Sehingga keberadaan laporan keuangan yang mereka publish bisa berguna atau bermanfaat bagi banyak orang. Sementara kaitannya dengan IFRS disebabkan karena Indonesia masih menjadi anggota dari IFAC sehingga keberadaan IFRS masih di jadikan satu standar yang baku pada anggotanya.
- SAK – ETAP ( Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntansi Publik )
Berbeda dengan standar yang pertama, untuk standar yang kedua ini di peruntukan bagi pelaku bisnis yang konsep bisnisnya masuk dalam katagori bisnis yang akuntabilitas publiknya tidak terlalu signifikan dengan laporan keuangan yang bertujuan untuk pengguna eksternal. Istilahnya laporannya lebih banyak di gunakan untuk internal. Standar ini bisa dikatakan sebagai bentuk dari penyederhaan dari standar yang ada dengan implementasinya pada laporan keuangan dengan tanpa melibatkan laporan seperti Laporan Rugi Laba yang bersifat komprehensif atau penilaian asset perusahaan yang tidak harus di buat dalam bentuk yang sangat detail.
- PSAK – Syariah ( Pernyataan Standar Akuntansi Syariah )
Khusus untuk standar akuntansi yang satu ini secara jelas bisa di maknakan bahwa penggunaan standar akuntansi ini khusus hanya untuk institusi atau pelaku bisnis yang model bisnisnya terkait dengan sistem Syariah seperti Bank Syariah, Pegadaian Syariah, Badan Zakat dan sejenisnya. Dengan demikian maka pelaporan atau laporan keuangan yang disusun harus mendasarkan laporan akuntansinya berdasarkan standar yang ada pada PSAK – Syariah.
- SAP ( Standar Akuntansi Pemerintah ) Seperti Yang Ada di Indonesia
Khusus dari sistem dan standarnya adalah dipergunakan untuk implementasi bagi pelaku bisnis yang masuk dalam katagori perusahaan pemerintah. Sehingga hubungannya adalah dengan laporana yang harus di buat bisa selaras dengan ketentuan yang ada dalam penyusunan Laporaan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) serta Laporan Keuangan Pemerintah Daerah ( LKPD). Kedua standar ini memang telah di rancang agar sesuai dengan kondisi bisnis yang ada di lingkungan pemerintah pusat dan daerah. Harapannya dengan adanya standar yang telah ditetapkan berdasarkan SAP maka pelaku bisnis yang ada di lingkungan pemerintah pusat dan daerah bisa membuat semua laporan keuangan dan akuntansi menyesuaikan dengan sistem dan prosedur yang ada pada Standar Akuntansi Pemerintah.