Apa Itu Dead Stock dan Slow Moving Inventory? Cara Identifikasi dan Mengatasinya

Apa Itu Dead Stock dan Slow Moving Inventory? Cara Identifikasi dan Mengatasinya

Di balik rak-rak penuh produk yang terlihat rapi, banyak bisnis menyimpan sebuah masalah diam-diam yang dapat menggerus modal: stok yang tidak bergerak. Barang yang sudah ada berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, hanya menduduki ruang gudang tanpa pernah terjual. 

Dalam dunia manajemen inventori, fenomena ini dikenal sebagai dead stock dan slow moving inventory. Dan kedua hal ini bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan arus kas bisnis jika tidak diidentifikasi dan ditangani sejak awal.

Lalu, apa itu dead stock dan slow moving inventory? Artikel ini akan menjelaskan lebih mendetail, termasuk bagaimana cara mengenali dan mengatasinya. 

Memahami Perbedaan Dead Stock dan Slow Moving Inventory

Sebelum bisa mengatasi masalah ini, Anda terlebih dahulu perlu memahami bahwa dead stock dan slow moving inventory adalah dua kondisi berbeda, meski keduanya sama-sama merugikan dan sering muncul bersamaan.

Dead stock adalah barang yang sudah tidak memiliki peluang terjual sama sekali. Penyebabnya bisa beragam, misalnya karena produk sudah kedaluwarsa, rusak, tidak relevan dengan kebutuhan pasar saat ini, atau tidak lagi kompatibel dengan lini produk aktif. 

Stok ini pada dasarnya sudah tidak memiliki nilai ekonomi dan hanya menjadi beban neraca serta ruang gudang. Contoh klasiknya adalah produk fashion dari dua musim lalu, komponen elektronik untuk perangkat yang sudah dihentikan produksinya, atau bahan baku yang sudah melewati masa simpannya.

Sementara itu, slow moving inventory adalah barang yang masih memiliki nilai jual dan masih relevan, hanya saja perputarannya jauh di bawah rata-rata. Ini artinya butuh waktu sangat lama untuk produk tersebut habis terjual. 

Barang ini belum menjadi stok mati, dan tanpa intervensi, slow moving inventory berisiko berubah menjadi dead stock jika dibiarkan terlalu lama.

Cara Mengidentifikasi Stok Bermasalah dalam Bisnis 

Identifikasi stok bermasalah yang akurat membutuhkan data, bukan hanya intuisi atau dugaan. Inilah mengapa sistem pencatatan inventori yang tertib adalah syarat mutlak sebelum masalah ini bisa diselesaikan. Berikut ini cara mengidentifikasi stok bermasalah di gudang Anda: 

1. Analisis perputaran inventori (Inventory Turnover Ratio)

Hitung berapa kali stok suatu produk habis dan diisi ulang dalam satu periode. Rumusnya: HPP ÷ Rata-rata nilai persediaan. Produk dengan rasio sangat rendah dibanding rata-rata kategorinya adalah kandidat slow moving yang perlu perhatian segera.

2. Klasifikasi ABC

Kelompokkan seluruh SKU (Stock Keeping Unit) ke dalam tiga kategori. Kelompok A (produk dengan kontribusi penjualan tertinggi, biasanya 20% produk menghasilkan 80% pendapatan), Kemlpok B (kontribusi menengah), dan Kelompok C (kontribusi rendah). Stok kategori C dengan perputaran rendah adalah yang paling rentan menjadi dead stock.

3. Laporan umur stok (Aging Report)

Tandai semua produk berdasarkan berapa lama sudah berada di gudang, apakah sudah 30, 60, 90, atau lebih dari 180 hari. Produk yang sudah di gudang lebih dari 90 hari tanpa pergerakan signifikan perlu segera dievaluasi.

Strategi Mengatasi Dead Stock dan Slow Moving Inventory

Setelah masalah berhadil teridentifikasi, ada beberapa pendekatan yang terbukti efektif untuk mengatasi stok bermasalah, baik itu dead stock maupun slow moving inventory tanpa harus langsung membuangnya. 

Untuk slow moving inventory

Untuk produk yang lambat bergerak, strategi yang umum berhasil meliputi:

  • Bundling dengan produk yang lebih laku (menjual produk lambat bersama produk populer dalam satu paket dengan harga spesial)
  • Flash sale atau diskon berkala dalam periode waktu tertentu yang menciptakan urgensi pembelian 
  • Relokasi ke channel penjualan berbeda (online vs offline, atau kota lain)
  • Program loyalitas yang memberi poin atau reward khusus untuk pembelian produk tertentu. Tujuan utamanya adalah mempercepat perputaran produk sebelum barang benar-benar mati.

Untuk dead stock

Sementara itu, opsi yang tersedia untuk mengatasi stok mati bisa dikatakan lebih terbatas. Namun, tetap lebih baik daripada menahan kerugian lebih lama. Beberapa caranya yang bisa Anda coba: 

  • Menjual dengan harga sangat miring ke pedagang grosir atau reseller.
  • Donasi kepada pihak yang membutuhkan (yang sekaligus bisa memberikan manfaat pajak dalam kondisi tertentu)
  • Write-off dari pembukuan dengan mencatat kerugian atas penyusutan nilai persediaan sesuai ketentuan akuntansi yang berlaku.

Kelola Stok di Gudang dengan Tepat! 

Dead stock dan slow moving inventory adalah masalah yang muncul dari buruknya perencanaan pembelian dan lemahnya sistem pencatatan inventori. Menyelesaikannya membutuhkan data yang akurat, dan data itu hanya bisa tersedia jika pencatatan bisnis Anda berjalan dengan tertib.

FR Consultant Indonesia hadir sebagai mitra bisnis yang terpercaya untuk membantu perusahaan Anda membangun sistem inventori yang akurat. Cek layanan manajemen stok kami atau hubungi konsultan untuk berdiskusi langsung.

Contact Sales