Strategi Cepat Meningkatkan Potensi Penjualan dengan Kolaborasi Perusahaan & UKM
Kolaborasi adalah salah satu kata yang menarik untuk para pelaku bisnis, mungkin kata kata itu juga yang seharusnya ada di benak pelaku bisnis UKM. Kenapa, karena banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan melakukan kolaborasi.
Bisa dikatakan yang namanya kolaborasi memang saat ini menjadi satu hal yang menarik bagi pelaku bisnis. Siapa saja pelaku bisnisnya, seperti apa saja jenis bisnisnya yang namanya kolaborasi sudah pasti menjadi satu hal yang semestinya bisa menjadi tujuan bagi setiap pelaku bisnis dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.
Ada beberapa hal yang semestinya perlu di tekankan bahwa kolaborasi adalah salah satu strategi penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Istilah kata, dengan kolaborasi ada beberapa hal penting yang bisa di dapatkan oleh para pelaku bisnis .
- Kolaborasi akan bisa memaksimalkan potensi bisnis yang di miliki oleh pelaku bisnis ketika produk atau bisnis yang di jalankannya memiliki kekurangan. Sehingga kolaborasi jadi satu keuntungan untuk memperkuat posisi tawar produknya.
- Kolaborasi jadi satu cara untuk melebarkan pangsa pasar sebuah produk, karena ketika sebuah produk tidak bisa masuk ke suatu pasar atau segmen padahal di pasar tersebut kemungkinan banyak market yang bisa di raih maka salah satu caranya dengan melakukan kolaborasi bisnis.
- Kolaborasi dapat menjadi media untuk meminimalkan cost operasional. Karena sistem kolaborasi adalah memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh masing masing produk. Sehingga dengan adanya kolaborasi maka sebuah produk akan bisa menghemat biaya produksi yang mungkin di butuhkan.
- Kolaborasi jadi satu ajang untuk bisa memutus rantai produk yang seharusnya Panjang. Karena bisa jadi produk tidak harus melewati proses yang natural tetapi karena adanya dukungan dari produk lain sehingga proses menjadi lebih cepat.
Kolaborasi itulah yang memang seharusnya di jalankan oleh para pelaku bisnis UKM ketika mereka ingin memaksimalkan potensi yang di milikinya. Sehingga bisa di katakan ketika sebuah produk yang di produksi oleh UKM ingin meningkatkan performance bisnisnya maka salah satu cara yang bisa di jalankan adalah dengan melakukan kolaborasi.
Seperti yang terjadi pada beberapa UKM yang mereka secara langsung menjadi binaan atau di kelola oleh perusahaan besar. Ambil contoh beberapa produk atau pelaku bisnis UKM di Bojonegoro, mereka berkolaborasi dengan Exxon Mobil Cepu Limited ( EMCL). Perusahaan ini secara langsung menjadi bapak angkat atau menjadi “motivator “ bagi para UKM yang dibinanya. Seperti ini memang banyak di lakukan oleh perusahaan besar di Indonesia, seperti misalnya Pertamina, Telkom, PLN dan lainnya.
Jika di lihat sekilas, mungkin terkesan UKM yang sangat di untungkan dari kerjasama kolaborasi tersebut. Tetapi sebenarnya, bukan saja UKM yang mendapatkan keuntungan. Perusahaan yang menjadi bapak angkat itu sendiri juga mendapatkan keuntungan yang mungkin tidak secara langsung. Sehingga memang bisa di katakan yang namanya kolaborasi kita harus melihatnya dari beberapa segi yang pada akhirnya akan membuat kita tahu bahwa yang namanya kolaborasi itu adalah satu strategi bisnis yang akan menguntungkan kedua belah pihak.
Lantas jika memang kolaborasi itu satu strategi yang menguntungkan sebenarnya apa saja program kolaborasi yang seharusnya bisa di jalankan oleh pelaku bisnis terutama para UKM yang akan bisa meningkatkan performance bisnis yang ada di kalangan UKM di Indonesia.
8 Model atau Ciri Kolaborasi yang Bisa di Jalankan oleh Pelaku Bisnis UKM
Setidaknya jika kalian ingin belajar yang namanya sinergi yang menguntungkan. Maka di dunia ini kita akan bisa melihat beberapa contoh konsep kolaborasi yang banyak di jalankan oleh para pelaku bisnis. Dengan kalian tahu model dan konsepnya maka akan semakin mudah kalian untuk bisa menjalankan seperti apa ciri kolaborasi yang ingin kalian jalankan :
- Kolaborasi model Kemitraan Strategis
Kolaborasi kemitraan strategis di dunia yang sukses di jalankan oleh perusahaan Nike and Apple. Di mana dalam kondisi ini pihak Nike mencoba mengintegrasikan teknologi yang di miliki oleh Apple dalam memproduksi sebuah sepatu yang memiliki kecanggihan teknologi dalam desain produknya.
- Kolaborasi model Co-Creation
Dalam konteks kolaborasi ini seperti yang terjadi di dunia, maka salah satu contoh yang menarik untuk di tiru adalah cara produsen Lego menggunakan komunitas penggemar Lego untuk bisa berkontribusi dalam pembuatan Lego seperti apa yang di sukai dan di minati oleh para konsumennya.
- Kolaborasi model Sumber Daya Crowdsourcing
Kolaborasi atau kerjasama bisnis yang di lakukan oleh coca cola adalah dengan memaksimalkan kefanatikan seseorang terhadap minuman coca cola, sehingga terkesan konten yang di hasilkan benar benar berasal dari team kreatif perusahaan. Padahal jika mereka ini adalah sebuah bisnis dengan menggunakan kolaborasi sistem crowdsourcing akan bisa menekan biaya produksi yang mungkin di keluarkan.
- Kolaborasi model Industri
Ini adalah salah satu jenis kolaborasi tingkat perusahaan, dan salah satu yang melakukannya adalah kolaborasi Asosiasi Produsen Air Minum dengan Association Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin).
- Kolaborasi model Cross promotion
Nah ini juga menjadi salah satu jenis kolaborasi yang terjadi dalam sebuah bisnis. Yaitu model kolaborasi yang di lakukan oleh Aerostreet dengan salah satu perusahaan air minum LeMinerale, Coklat Kitkat dan beberapa produk lainnya.
- Kolaborasi model Pengetahuan
Khusus kolaborasi model ini adalah seperti yang di lakukan oleh influencer yang di ajak kolaborasi oleh industri. Sehingga pada akhirnya muncul yang namanya Airbnb dengan program Host Academynya. Intinya bagi sebuah perusahaan ketika memiliki ide untuk berkolaborasi tidak harus di jalankan sendiri tetapi bisa bekerjasama dengan industri terkait atau tidak terkait.
- Kolaborasi model Distribusi bersama
Contoh menarik pelaku bisnis yang melakukan konsep kolaborasi ini adalah seperti misalnya yang di lakukan GoPro dengan Red Bull, Inilah salah satu bentuk kolaborasi yang justru di lihat dan di perhatikan dengan seksama karena buktinya tersusun dengan rapi dalam satu konsep. Seperti misalnya Kamera Gro bisa menangkap atau mengabadikan moment tersebut dengan dukungan proyek promosi dari RedBull. Inilah salah satu hal yang membuat kolaborasi tersebut cukup menarik di buatnya.
- Kolaborasi model bisnis dengan pemasok
Konsep ini sama dengan produk kolaborasi bareng, di mana salah satu contohnya adalah ketika sebuah brand seperti IKE misalnya, mereka bekerjasama dengan produsen furniture sesuai dengan kebutuhan yang di minta oleh sang klien. Itulah sebabnya, karena jika terjadi di dalam jangkauan kami maka kelalaian itu tidak menjadi tanggungan pemilik produk.